Google Talk (G! Talk) dan Yahoo Messenger (YM) adalah dua aplikasi instant messaging (IM) yang paling sering saya pakai. Saya mulai sering menggunakan IM sejak ngantor di tempat saya bekerja sekarang ini. Aplikasi yang paling sering saya gunakan di antara keduanya adalah G! Talk. Alasannya, karena dulu di jaringan milik Kementerian, YM diblokir. Kalau sekarang sih sering online di keduanya karena di jaringan yang baru YM tidak diblokir (demikan juga dengan Facebook, MP tercinta, Twitter, dan banyak situs social networking lainnya, ^^).
"Lewat G! Talk saja kalau sama Rahmat", kalimat ini menjadi brand untuk saya di kantor, hehe, karena saya pendiam dan lebih mudah diajak berkomunikasi kalau lewat G! Talk. G! Talk memang cukup membantu dalam pekerjaan kantor. Pegawai di tempat saya bekerja memang banyak yang punya akun G! Talk (mungkin dengan alasan yang sama dengan yang saya sebutkan di atas). G! Talk saya gunakan untuk menyampaikan pesan (ya memang ini fungsinya IM kan?) dan saling mengirim file (kalau dalam satu jaringan lebih cepat). Sama boss pun kadang ber-G! Talk ria, hehehe (pak bossnya yang ngirim pesan ke saya).
Sejak YM tidak diblokir dan saya punya modem; saya sama-sama online di keduanya. Tetapi, tetap saja lebih banyak memakai G! Talk di mana kontaknya banyak yang saya kenal. Kalau di YM banyak kontak yang belum kenal karena kontaknya diimpor dari mana-mana (MP dan Facebook) ^^.
Sesuai judulnya, saya ingin membandingkan dua aplikasi IM tersebut, tentu saja berdasarkan apa yang saya rasakan dan tidak mendetail.
Soal fitur, saya kira YM lebih lengkap. Yah, mungkin karena YM memang lebih dulu ada dan G! Talk pun masih versi Beta (kapan finalnya ya?). Keduanya bisa digunakan untuk mengirim pesan (tak perlu disebut ini...), melakukan panggilan suara, dan mengirim file. G! Talk lebih sederhana dibandingkan YM. Di G! Talk smiley-nya sangat-sangat bersahaja, tidak ada audible, tidak ada environment, tidak ada buzz (beda lho sama Google Buzz), pilihan temanya sangat terbatas, dan tidak ada plugin. Soal fitur, YM lebih unggul.
G! Talk belum bisa digunakan untuk video call, kecuali menggunakan G! Mail (dan saya belum pernah mencobanya). Saya rasa fitur ini belum penting sangat bagi saya. Mungkin berbeda dengan yang sudah berkeluarga dan terpisah ruang dan waktu dengan anggota keluarganya, ^^. G! Talk bisa menggunakan musik yang sedang diputar sebagai status; tetapi dengan menggunakan pemutar musik tertentu. Saya menggunakan iTunes. Dulu pernah bisa menggunakan Winamp; tetapi sejak ada Winamp 5.5 yang terjadi malah G! Talknya berhenti bekerja kalau ingin mengaktifkan "Show current music track". YM (versi 10) untuk Windows tidak bisa melakukan itu.
Soal keamanan saat login, saya rasa YM lebih baik. YM hanya bisa online di satu tempat. Kalau mencoba online di tempat lain, maka YM yang sebelumnya online akan terputus. Berbeda dengan G! Talk yang bisa online di mana-mana sekaligus. Hal ini bisa saja menimbulkan penyalahgunaan oleh orang iseng.
Soal mengimpor kontak, YM lebih baik. YM bisa mengimpor kontak dari Multiply, Facebook, Y! Mail, Outlook, Orkut, Hotmail/Windows Live/MSN, bahkan dari G! Mail! Powerfull! Sementara G! Talk belum ada fasilitas impor kontak dari akun lain. Daftar kontak G! Talk sama dengan G! Mail. Saya rasa, ke depannya G! Talk akan berkembang lebih luas lagi. Apalagi Google sekarang punya Android (yang di dalamnya ada aplikasi G! Talk). Yah, siapa tahu nanti aplikasi G! Talk tidak hanya untuk Windows dan Android; tetapi juga untuk smartphone lainnya serta yang saya tunggu-tunggu tentu versi untuk Linux/Ubuntu (YM juga nih).
Chat Client
Semoga saya tidak salah mengistilahkan chat client untuk aplikasi yang bisa digunakan untuk ber-IM dengan banyak akun (semacam Nimbuzz, eBuddy, Digsby, dll). Kalau di Ubuntu saya suka menggunakan Pidgin (yang mulai Ubuntu 9.10 tidak disertakan dalam CD installer). Versi Windowsnya juga ada. Pidgin bisa digunakan untuk buanyak akun, misalnya YM, G! Talk, Windows Live, Facebook, dll. Sementara itu kalau untuk HP saya suka menggunakan Nimbuzz (versi Symbian) karena bisa digunakan untuk melakukan panggilan suara dan tampilannya menyatu dengan tema HP. Selain mendukung banyak layanan chatting; Nimbuzz juga bisa digunakan sebagai client Twitter, saya suka ini, hehe.
"Lewat G! Talk saja kalau sama Rahmat", kalimat ini menjadi brand untuk saya di kantor, hehe, karena saya pendiam dan lebih mudah diajak berkomunikasi kalau lewat G! Talk. G! Talk memang cukup membantu dalam pekerjaan kantor. Pegawai di tempat saya bekerja memang banyak yang punya akun G! Talk (mungkin dengan alasan yang sama dengan yang saya sebutkan di atas). G! Talk saya gunakan untuk menyampaikan pesan (ya memang ini fungsinya IM kan?) dan saling mengirim file (kalau dalam satu jaringan lebih cepat). Sama boss pun kadang ber-G! Talk ria, hehehe (pak bossnya yang ngirim pesan ke saya).
Sejak YM tidak diblokir dan saya punya modem; saya sama-sama online di keduanya. Tetapi, tetap saja lebih banyak memakai G! Talk di mana kontaknya banyak yang saya kenal. Kalau di YM banyak kontak yang belum kenal karena kontaknya diimpor dari mana-mana (MP dan Facebook) ^^.
Sesuai judulnya, saya ingin membandingkan dua aplikasi IM tersebut, tentu saja berdasarkan apa yang saya rasakan dan tidak mendetail.
Soal fitur, saya kira YM lebih lengkap. Yah, mungkin karena YM memang lebih dulu ada dan G! Talk pun masih versi Beta (kapan finalnya ya?). Keduanya bisa digunakan untuk mengirim pesan (tak perlu disebut ini...), melakukan panggilan suara, dan mengirim file. G! Talk lebih sederhana dibandingkan YM. Di G! Talk smiley-nya sangat-sangat bersahaja, tidak ada audible, tidak ada environment, tidak ada buzz (beda lho sama Google Buzz), pilihan temanya sangat terbatas, dan tidak ada plugin. Soal fitur, YM lebih unggul.
G! Talk belum bisa digunakan untuk video call, kecuali menggunakan G! Mail (dan saya belum pernah mencobanya). Saya rasa fitur ini belum penting sangat bagi saya. Mungkin berbeda dengan yang sudah berkeluarga dan terpisah ruang dan waktu dengan anggota keluarganya, ^^. G! Talk bisa menggunakan musik yang sedang diputar sebagai status; tetapi dengan menggunakan pemutar musik tertentu. Saya menggunakan iTunes. Dulu pernah bisa menggunakan Winamp; tetapi sejak ada Winamp 5.5 yang terjadi malah G! Talknya berhenti bekerja kalau ingin mengaktifkan "Show current music track". YM (versi 10) untuk Windows tidak bisa melakukan itu.
Soal keamanan saat login, saya rasa YM lebih baik. YM hanya bisa online di satu tempat. Kalau mencoba online di tempat lain, maka YM yang sebelumnya online akan terputus. Berbeda dengan G! Talk yang bisa online di mana-mana sekaligus. Hal ini bisa saja menimbulkan penyalahgunaan oleh orang iseng.
Soal mengimpor kontak, YM lebih baik. YM bisa mengimpor kontak dari Multiply, Facebook, Y! Mail, Outlook, Orkut, Hotmail/Windows Live/MSN, bahkan dari G! Mail! Powerfull! Sementara G! Talk belum ada fasilitas impor kontak dari akun lain. Daftar kontak G! Talk sama dengan G! Mail. Saya rasa, ke depannya G! Talk akan berkembang lebih luas lagi. Apalagi Google sekarang punya Android (yang di dalamnya ada aplikasi G! Talk). Yah, siapa tahu nanti aplikasi G! Talk tidak hanya untuk Windows dan Android; tetapi juga untuk smartphone lainnya serta yang saya tunggu-tunggu tentu versi untuk Linux/Ubuntu (YM juga nih).
Chat Client
Semoga saya tidak salah mengistilahkan chat client untuk aplikasi yang bisa digunakan untuk ber-IM dengan banyak akun (semacam Nimbuzz, eBuddy, Digsby, dll). Kalau di Ubuntu saya suka menggunakan Pidgin (yang mulai Ubuntu 9.10 tidak disertakan dalam CD installer). Versi Windowsnya juga ada. Pidgin bisa digunakan untuk buanyak akun, misalnya YM, G! Talk, Windows Live, Facebook, dll. Sementara itu kalau untuk HP saya suka menggunakan Nimbuzz (versi Symbian) karena bisa digunakan untuk melakukan panggilan suara dan tampilannya menyatu dengan tema HP. Selain mendukung banyak layanan chatting; Nimbuzz juga bisa digunakan sebagai client Twitter, saya suka ini, hehe.