3.28.2010

G! Talk vs Yahoo! Messenger

Google Talk (G! Talk) dan Yahoo Messenger (YM) adalah dua aplikasi instant messaging (IM) yang paling sering saya pakai. Saya mulai sering menggunakan IM sejak ngantor di tempat saya bekerja sekarang ini. Aplikasi yang paling sering saya gunakan di antara keduanya adalah G! Talk. Alasannya, karena dulu di jaringan milik Kementerian, YM diblokir. Kalau sekarang sih sering online di keduanya karena di jaringan yang baru YM tidak diblokir (demikan juga dengan Facebook, MP tercinta, Twitter, dan banyak situs social networking lainnya, ^^).

"Lewat G! Talk saja kalau sama Rahmat", kalimat ini menjadi brand untuk saya di kantor, hehe, karena saya pendiam dan lebih mudah diajak berkomunikasi kalau lewat G! Talk. G! Talk memang cukup membantu dalam pekerjaan kantor. Pegawai di tempat saya bekerja memang banyak yang punya akun G! Talk (mungkin dengan alasan yang sama dengan yang saya sebutkan di atas). G! Talk saya gunakan untuk menyampaikan pesan (ya memang ini fungsinya IM kan?) dan saling mengirim file (kalau dalam satu jaringan lebih cepat). Sama boss pun kadang ber-G! Talk ria, hehehe (pak bossnya yang ngirim pesan ke saya).

Sejak YM tidak diblokir dan saya punya modem; saya sama-sama online di keduanya. Tetapi, tetap saja lebih banyak memakai G! Talk di mana kontaknya banyak yang saya kenal. Kalau di YM banyak kontak yang belum kenal karena kontaknya diimpor dari mana-mana (MP dan Facebook) ^^.

Sesuai judulnya, saya ingin membandingkan dua aplikasi IM tersebut, tentu saja berdasarkan apa yang saya rasakan dan tidak mendetail.

Soal fitur, saya kira YM lebih lengkap. Yah, mungkin karena YM memang lebih dulu ada dan G! Talk pun masih versi Beta (kapan finalnya ya?). Keduanya bisa digunakan untuk mengirim pesan (tak perlu disebut ini...), melakukan panggilan suara, dan mengirim file. G! Talk lebih sederhana dibandingkan YM. Di G! Talk smiley-nya sangat-sangat bersahaja, tidak ada audible, tidak ada environment, tidak ada buzz (beda lho sama Google Buzz), pilihan temanya sangat terbatas, dan tidak ada plugin. Soal fitur, YM lebih unggul.

G! Talk belum bisa digunakan untuk video call, kecuali menggunakan G! Mail (dan saya belum pernah mencobanya). Saya rasa fitur ini belum penting sangat bagi saya. Mungkin berbeda dengan yang sudah berkeluarga dan terpisah ruang dan waktu dengan anggota keluarganya, ^^. G! Talk bisa menggunakan musik yang sedang diputar sebagai status; tetapi dengan menggunakan pemutar musik tertentu. Saya menggunakan iTunes. Dulu pernah bisa menggunakan Winamp; tetapi sejak ada Winamp 5.5 yang terjadi malah G! Talknya berhenti bekerja kalau ingin mengaktifkan "Show current music track". YM (versi 10) untuk Windows tidak bisa melakukan itu.

Soal keamanan saat login, saya rasa YM lebih baik. YM hanya bisa online di satu tempat. Kalau mencoba online di tempat lain, maka YM yang sebelumnya online akan terputus. Berbeda dengan G! Talk yang bisa online di mana-mana sekaligus. Hal ini bisa saja menimbulkan penyalahgunaan oleh orang iseng.

Soal mengimpor kontak, YM lebih baik. YM bisa mengimpor kontak dari Multiply, Facebook, Y! Mail, Outlook, Orkut, Hotmail/Windows Live/MSN, bahkan dari G! Mail! Powerfull! Sementara G! Talk belum ada fasilitas impor kontak dari akun lain. Daftar kontak G! Talk sama dengan G! Mail. Saya rasa, ke depannya G! Talk akan berkembang lebih luas lagi. Apalagi Google sekarang punya Android (yang di dalamnya ada aplikasi G! Talk). Yah, siapa tahu nanti aplikasi G! Talk tidak hanya untuk Windows dan Android; tetapi juga untuk smartphone lainnya serta yang saya tunggu-tunggu tentu versi untuk Linux/Ubuntu (YM juga nih).

Chat Client

Semoga saya tidak salah mengistilahkan chat client untuk aplikasi yang bisa digunakan untuk ber-IM dengan banyak akun (semacam Nimbuzz, eBuddy, Digsby, dll). Kalau di Ubuntu saya suka menggunakan Pidgin (yang mulai Ubuntu 9.10 tidak disertakan dalam CD installer). Versi Windowsnya juga ada. Pidgin bisa digunakan untuk buanyak akun, misalnya YM, G! Talk, Windows Live, Facebook, dll. Sementara itu kalau untuk HP saya suka menggunakan Nimbuzz (versi Symbian) karena bisa digunakan untuk melakukan panggilan suara dan tampilannya menyatu dengan tema HP. Selain mendukung banyak layanan chatting; Nimbuzz juga bisa digunakan sebagai client Twitter, saya suka ini, hehe.

3.20.2010

Mungkin Sebaiknya Netbook Saja

Sebenarnya saya masih agak skeptis dengan kemampuan netbook. Faktor utamanya adalah kemampuan prosesor dan grafisnya. Dulu saya membeli notebook dengan harapan akan potensi performanya, komputer yang powerfull untuk office, edit foto, memutar video, dan sesekali main game. Kenyataannya, komputer saya lebih banyak dipakai untuk keperluan online, dan itu adalah fungsi dari NETBOOK!

(maaf ya kalau gambarnya Aspire One, bukan bermaksud untuk mengiklan, hehe) -- gambar dari www.acer.co.id)

Saya tidak tahu kemampuan netbook yang sebenarnya karena saya belum pernah menggunakannya. Kalau dilihat dari spesifikasinya yang rata-rata menggunakan prosesor Intel Atom N270/280 dengan kecepatan 1,6/1,66 GHz dan RAM 1 GB rasanya sih cukup kalau cuma untuk keperluan perkantoran, internetan, dan memutar musik (--saya jarang nonton film, hehe). Bagi saya yang masih menganggu adalah ukuran dan resolusi layarnya yang rata-rata masih 10 inch dengan resolusi 1024x600 piksel. Terlalu kecil menurut saya. Saya juga masih ragu apakah netbook itu cukup kuat untuk menjalankan Eviews, SPSS, Crystal Ball, dll. Dengan upgrade RAM mungkin akan lebih memadai, terutama untuk keperluan browsing yang memang memakan banyak memori.

Saya penasaran dengan platform Ion dari nVidia untuk netbook. Dengan chip grafis dari nVidia, konon netbbok menjadi bisa untuk memainkan video dengan format HD (high definition) dan memainkan sejumlah game. Kabarnya juga akan ada Ion 2 yang tentu saja lebih baik. Lagipula prosesor Intel Atom yang terbaru kalau nggak salah sudah dual-core. Rasa-rasanya netbook akan menjadi pilihan yang menarik disandingkan dengan notebook.

Netbook adalah pilihan bijaksana kalau Anda memakai komputer hanya untuk sekadar melaksanakan tugas perkantoran dan internetan. Selain spesifikasinya yang menurut pikiran saya sudah memadai, harganya juga lebih murah jika dibandingkan dengan notebook. Selain itu bentuknya lebih ringkas dan bobotnya lebih ringan.

Hmm, menukar kokorozasu+ dengan netbook? Saya pikir tidak, walaupun penggunaan komputer saya paling banyak adalah keperluan perkantoran, internetan, dan musikan. kokorozasu+ bisa digunakan untuk memainkan PES 2010; yang saya pikir itu tidak mungkin dilakukan dengan menggunakan netbook. Haha...


*diupload dari rumah batako, powered by sinyal hsdpa im2

3.03.2010

Semoga Aku, Engkau, dan Kita Semua tetap Istiqamah dalam Kebaikan

Syaikh Muhammad ahmad Rasyid, penulis kitab Al Awa'iq, mengisahkan sebuah ironi. Saya, tulusnya, telah menyaksikan langsung bagaimana orang-orang yang berada dalam komunitas orang=orang baik kemudian mengundurkan diri dari lingkungan itu. Ia kecewa dan putus asa karena keinginannya tidak ia peroleh. Selanjutnya orang itu mulai tidak melakukan amar ma'ruf, lalu meninggalkan shalat wajib dan mencukupkan diri hanya shalat Jumat saja. Tak sampai di situ, akhirnya ia juga tidak puasa di bulan Ramadhan bahkan kemudian menjadi terbiasa melakukan sesuatu yang membatalkan puasa di siang hari. Ia menghisap rokok dengan tenang dan menghembuskan asapnya kepada orang-orang yang berpuasa.

Dikutip dari buku Mencari Mutiara di Dasar Hati, Catatan Perenungan Rohani, hal. 5, penulis Muhammad Nursani, penerbit Tarbawi Press.


Blogspot Template by Isnaini Dot Com Powered by Blogger and Local Jobs