Rasanya bagaimana ya? Di kantor nih, CD Recovery dan software komputer sering tidak disimpan dengan baik oleh masing-masing pemegang komputer. Akibatnya, kalau terjadi masalah pada komputer dan mengharuskan recovery atau install ulang, yang diinstall malah software bajakan. Sayang banget kan? Gara-gara CD Recoverynya g disimpan dengan baik.
Ini kasus nyata di kantorku. Rata-rata komputer di kantor sudah pre-installed Windows. PC Dell Optiplex 745, masing-masing PC ada CD Recovery Windowsnya. PC Kasubbidku beberapa waktu lalu mengalami "Blue Screen of Death/BSOD". Nama yang keren namun mematikan! Penyebabnya tidak kuketahui; mungkin karena "dibunuh" secara paksa atau gara-gara pindahan sehingga mungkin ada hardware yang longgar. Pokoknya dalam jangka waktu tertentu selalu mengalami BSOD. Sudah beberapa kali dicoba diperbaiki oleh pegawai yang ahli komputer, namun tetap saja gagal. BSOD-nya masih selalu terjadi. Hingga akhirnya dipanggillah teknisi komputer. Dan apa yang terjadi saudara-saudara? Betul. Diinstall ulang dengan Windows bajakan! Aku agak menyesal tidak tahu kalau komputernya mau diinstall ulang. Kalau aku tahu, pasti kucarikan CD Recovery-nya (karena di kantor banyak yang pakai PC yang sama dan aku tahu masih ada CD Recovery yang tersimpan). Sayang sekali...
Kasus lainnya terjadi pada PC yang lebih modern, Fujitsu Esprimo D Series dengan OS Windows Vista Bussiness dan MS Office 2007. Karena Windowsnya bermasalah (mungkin garagara virus), lalu teman ini menginstall ulang Windowsnya. Tidak menggunakan CD Recovery, padahal ada. Di Fujitsu-nya pun ada tools untuk membuat back up/recovery. Bahkan sebenarnya untuk komputer yang sudah pre-installed dengan Vista kan biasanya di hard disk sudah ada recovery-nya? Akhirnya dia install lah software bajakan. Sungguh sangat disayangkan. Kalau mau sih bisa diinstall lagi dengan CD Recovery yang asli. Tapi Office-nya? Office 2007 asli mahal, Bung! (kecuali yang Home and Student version).
Intinya, jika Anda membeli komputer yang sudah pre-installed softwarenya; simpan baik-baik dokumentasi komputer itu; CD Recovery; CD software, driver, dll. Sekalipun di hard disk sudah ada recovery, aku anjurkan untuk tetap membuat back upnya di CD/DVD. Ini hanya untuk berjaga-jaga saja kalau ada masalah dengan komputer.
Kalau menurutku sih, sayang sekali jika komputer kita yang awalnya sudah terisntall dengan software asli kemudian karena ada masalah lalu diinstall ulang dengan software bajakan. Apa sih pentingnya software asli? Kalau buatku, yang terpenting adalah OSnya asli dulu. Kenapa OS? Karena ini bagian yang terpenting; virus dan malware kan biasanya nyerang OS (apalagi OSnya Windows, hahahaha). Nah, dengan software asli, aku nggak perlu khawatir untuk mengupdate, terutama kalau ada update security. Menurutku, antivirus itu tidak menutup celah keamanan yang dimiliki oleh OS. Jadi, selama masih ada celah keamanan di OS dan tidak diupdate; tetap saja komputer terancam. Aku penah baca artikel jadul, artikel lama di majalah Chip (kalau nggak salah). Di situ ada tes perbandingan 3 OS: XP, Mac (keknya Tiger atau Jaguar, lupa), dan Linux (Linuxnya juga lupa apa). Secara out of the box, XP memang menjadi OS yang paling tidak aman. Namun, setelah dilakukan updating, XP menjadi OS yang relatif paling aman dibandingkan yang lainnya. Entah masih valid apa enggak artikel ini.
Jadi, intinya; simpan baik-baik perlengkapan komputer Anda. Suatu saat Anda membutuhkannya. Say no to bajakan (kecuali terpaksa), go open source! 